Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Tuesday, September 7, 2010

Antara tempat kerja dan Gaji

Beberapa waktu yang lalu sempat sedikit "melempar" polling di FB. Ingin tahu respon teman-teman seperti apa tentang pekerjaan dan gaji. dan beberapa diantaranya antusias menjawab dengan keinginan masing-masing. Dengan persepsinya masing-masing pula. Pertanyaan saya standar sih, susah-susah gampang untuk dijawab :)

“ Bekerja di tempat gede tapi gaja standar ? atau bekerja di tempat standar gaji gede ? “

Sedikit saja saya jelaskan maksudnya, mungkin saja ada yang belum paham.
Bekerja di tempat besar disini dalam artian perusahaan-perusahaan dengan nama atau brand atau produk yang diusungnya, merupakan jaminan nama populer alias semua orang sudah tau. Misalnya perusahaan bank A, perusahaan rokok B, atau perusahaan tekstil C dst.

Nah saat ini banyak yang tidak dipikirkan semua orang. Banyak yang beranggapan tempat besar = gaji besar. Sementara aturan itu menurut saya salah besar.
Banyak sebenarnya “tempat kecil” yang menawarkan penghasilan setara dengan “tempat besar” itu. Atau bahkan jangan salah, banyak tempat kecil yang memberikan gaji lebih lebih banyak dari tempat besar itu (bisa jd krn cost karyawan tdk besar, equipment tdk butuh byk dsb).

Sekarang, pilihannya adalah kembali ke pikiran kita sendiri.
Memilih tempat kerja besar = pressure besar, image bagus, populer, dsb
Memilih tempat kerja kecil = pressure bisa jadi besar (atau malah standar), image belum terlalu bagus, dan tidak terlalu populer.

Sementara salary case? Please..jangan pernah samakan. Jangan pernah tertipu pula. Sekali lagi, jaminan besaran gaji tidak selalu sebanding dengan nama besar perusahaan.

Trust me..

Friday, May 7, 2010

Komunikasi

Pengennya asih cuma nge-post gitu doang. Tapi bakalan ada yang ngerti gak yah ? :)


Maksud saya gini, Saya merasa sumber dari segala macam sumber permasalahan, kebuntuan, pertikaian, saling marah, bla bla bla adalah satu hal jawabnya, KOMUNIKASI yang kurang bagus.

- Adanya salah persepsi di pemikiran pihak lain, mungkin tanpa kita sadari gaya atau arah komunikasi kita yang buruk. Kita tidak lancar menyampaikannya, kita salah mengartikan maksud kita, atau kita salah menggunakan pilihan bahasa yang sepaham dengan jatidiri lawan bicara kita.

- Adanya pertengkaran dengan pasangan, mungkin bisa jadi karena komunikasi kita tidak sampai dengan jelas sesuai keinginan kita. Dan pasanganpun menanggapinya dengan scheme pemikiran yang dia miliki saat itu.

- Adanya omelan dari Bos sampai teguran keras dari Bos, bisa jadi karena dia menyampaikannya tanpa “bahasa” komunikasi yang mudah dimengerti. Sementara kita mungkin juga tidak berani meng”komunikasi”kannya dengan lebih jelas untuk tau arah yang diminta. Hingga kadang kita sendiri akhirnya menerka-nerka langkah apa yang harus dilakukan.

- Adanya banyak masalah yang dihadapi Negara kita, toh juga tidak lepas dari adanya unsur miss-komunikasi yang sering dominan terjadi.


Tapi emang kalau lulusan sarjana Komunikasi bias langsung lancar semuanya gitu ?
Mmm, gak juga saya rasa.

Contohnya : macem Penyiar ON Air tiba-tiba garing banget pas bawain acara OFF Air. Atau mungkin (ini beneran mungkin lo) pelukis-pelukis yang “mampu”nya menyampaikan lewat karya, bukan secara harafiah dari bahasa komunikasi alias omongan. Yang so pasti kadang kita juga mungkin masih perlu mengernyitkan dahi kalau melihat arti lukisan mereka.


Trus apa yang harus dilakukan untuk bisa berkomunikasi dengan baik dan benar ?
Menurut saya, satu saja yang diperlukan. KEBERANIAN. Semua orang bisa kok mengungkapkan cara komunikasinya dengan gaya atau “bahasa” masing-masing. Hanya saja mereka perlu menambah keberanian untuk mampu menjelaskan lebih detil dan lebih mau memahami kalau lawan mereka mungkin tidak paham, salah tangkap info, dsb.

Atau kamu punya cara lain kah? Terserah deh.

Well, sepertinya saya juga harus segera “berkomunikasi” dengan Mama saya,
Saya kangen, saya kadang memikirkannya, saya kadang mengkhawatirkan kesendiriannya.
Tapi saya selalu saja tidak mampu atau kadang lebih bejatnya TIDAK MAU meng-“komunikasi”kannya seringkali.

Ya,,,saya akan segera menelponnya...



Friday, February 12, 2010

Web Standar menyambut Web 3.0

Web Standar! Suatu standarisasi teknologi dalam pembuatan web. Agar web tersebut bisa jalan disemua platform dengan kemampuan multibrowser. Hal ini sangat diperlukan, sama halnya dengan attribut lalulintas di seluruh dunia. Lampu lalin berwarna merah tentunya berarti berhenti. Dan standar ini diterapkan disemua negara di dunia. Lalu sesuai judul diatas, apa yang menjadi “web standar” dalam



Thursday, October 15, 2009

To be what u want to be

"There's a heart that must be free to fly
That burns with a need to know
The reason why.."


"Kelak, aku ingin menjadi pribadi yang sangat mencintai isi hati dan diriku sendiri "

What ?? Jadi selama ini ? sampai kamu segede ini ?
Begitu pertanyaan saya, dan membuat saya ternganga ...mangap gak karuan (untung gak ngiler)
Tertegun, saya menatap mata kosongnya yang menerawang entah ke alam mana.
Seolah-olah saya tak sanggup untuk mengejarnya, bahkan hanya untuk memasuki alam pikirnya.

Iya..,,
teman saya yang curhat tentang esensi kebahagiaan dan membahagiakan.
Hal yang kadang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya. Jujur, Tidak pernah sekalipun.

Dalam benak saya, tentunya saya hanya menginginkan kebahagiaan.
Kebahagiaan yang saya dapatkan dari banyk hal, banyak cara, banyak orang, dan dari..ini..itu dsb.
Semuanya tentu (mungkin) sama seperti saya. Tapi apa halnya, membahagiakan terkadang susah untuk dijalankan. Boro-boro menjalankan dan mendapatkan apresiasi, kalau yang ada malah celoteh aneh, gak jelas, dan berbuntut caci maki ? Saya belum se-wise itu, masih dalam tahap proses B.E.L.A.J.A.R

Kembali ke teman saya....,
Dimana tenryata jalan yang dipilih adalah membahagiakan orang lain, sementara seluruh isi hati, jiwa dan tubuhnya menjadi sesuatu yang sangat tidak punya arti baginya sendiri.

Saya bilang dia dungu.Tapi dia menolak.
Dia mengatakan menemukan arti kebahagiaan sesungguhnya, karena berhasil membuat orang lain sangat sangat bahagia atas "tindakan" nya.

Well guys...i can't tell u the truth story. Not now (maybe) hehehe..
But, what I can share is...
Pernahkah kau merasakan "tidak menjadi dirimu sendiri". Hanya demi meng-agungkan apa pandangan orang..atau terlebih membuat mereka puas dan bahagia ?? Sementara hati Anda meronta ?
I told U........I can't do that...
and how about you ? just ask your heart...


" Every day..It's as if I play a part
Now I see .. If I wear a mask
I can fool the world, But I cannot fool my heart

Why must we all conceal
What we think, how we feel?
Must there be a secret me
I'm forced to hide?
I won't pretend that I'm
Someone else for all time "
(Reflection by Lea Salonga)

Wednesday, April 22, 2009

Best friend

Best friend...
Saya masih bingung mendeskripisikan makna ini..

Apakah sahabat yang mulai dari kecil hingga kini juga masih tetap menyandang "best"
Apakah diantara beribu-ribu teman itu, hanya boleh satu saja yang dianggap sahabat terbaik..
Ataukah yang mana ??

Bagi saya yang tidak termasuk kategori memiliki ribuan teman ini (bahkan dalam jejaring maya juga), mungkin hanya segelintir orang yang saya masih anggap tepat menyandang gelar itu. Meskipun harus dibagi dalam beberapa masa tentunya.

Ada orang-orang, yang bukan sanak-keluarga, ataupun punya hubungan saudara,bahkan kita tidak tahu dari mana mereka datangnya. Tiba-tiba saja mereka hadir bagai "menyelamatkan" cerita hidup kita. Memberi warna dalam beberapa "adegan" usia kita, dan memberikan inspirasi yang mungkin sampai sekarang juga masih terngiang saja di benak.

Pun harus kita akui, sedekat-dekatnya kita dengan sahabat terbaik itu, kalau toh akhirnya harus dipisahkan jarak, rasa itu akan kian lama terasa berbeda. Berubah, bahkan tak salah jika akhirnya memudar. Seperti foto dalam album kenangan terbaik saya, bersama mereka.

Di masa kanak-kanak, saya punya sahabat, yang saya anggap terbaik. Tentunya di masa itu.
Di masa-masa SD pun, saya juga memilikinya. Culun.
Di masa-masa SMP, saya masih ingat betapa kompaknya dia, dengan pendirian saya.
Di masa-masa SMA, betapa hebatnya sahabat saya itu, selalu ada saat saya butuhkan.
Di masa-masa kuliah, beberapa diantaranya benar-benar memberikan perhatian lebihnya.

Di masa-masa kerja, di radio pertama saya, betapa banyak yang mem-back up saya.
Bahkan sampai saat ini...
Ada saja orang-orang yang saya rasa "dihadirkan" Nya, untuk membantu kehidupan dan cerita hidup saya.

Bukannya men-dramatisir.
Saya ingat-ingat saja, mereka selalu menemani, dan berada di samping saya.
Meski saya dalam keadaan tersulit pun.
Tidak menceramahi saya, melainkan mendengarkan saya dulu (meski akhirnya juga diceramahi).
Selalu paham kondisi saya....bla...bla...bla...

Tapi yang saya tak habis pikir, "durasi" mereka untuk hadir menemani hidup saya sangat tidak kompromi sekali. Inginnya saya, selalu di back-up mereka. Bahkan angan-angan bodoh ini, andaikan besok jadi Mentri, pasti mereka jadi tim sukses saya :)

Beberapa teman terbaik saya itu, kadang meninggalkan saya, disaat kondisi ini masih belum siap menerima. Masih butuh bimbingan, masih butuh ungkapan yang jujur dan dukungan moril (sampai bahkan dukungan materiil), dan banyak bentuk dukungan lainnya.

Kini, ada lagi teman saya, yang harus melangkahkan kakinya untuk memenuhi harapan-harapan terbesarnya. Bahkan saya ingat betul, harapan dan impian besar mereka, turut pula mempengaruhi dan meng inspirasi hidup saya.

Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih pada orang-orang itu. Meski tidak saya sebutkan, saya tahu mereka merasa.
Pernah menjadi bagian terbaik dalam kehidupan saya.
Pernah memberikan makna terbesar dalam perjalanan karir, dan keluarga saya.
Pernah menjadikan semua angan-impian itu smeakin dekat, untuk saya raih.

Terimakasih, sekali lagi terimakasih.


Ps: Good luck for my newest best-friend ever !!
Let's strike out & Win !!!

Friday, January 16, 2009

Lenka, such a beautiful name

Well, 2 months ago, I knew when my heart stop beating. Just walkin' around the Obade cafe - Bali, the beautiful song just play around..DAMN !! I should know who's the lady-heart-melt-killer (hehe). And, no time to find it. Until , Istara remind me again. Hmm, asking my old partner at "Old Radio" (thks Ilham). She's the gorgeous one, named LENKA with Trouble Like a Friend.

You know that I'm so curious, really BIG "want to know" who is she.
Her vocal stylings offer a juxtaposition of catchy pop and layered, complicated world music influences. This juxtaposing is of late current in the popular music, spreading through the internet. Similar layering exists in the music of the anti-folk Russian-born New York City-based musician Regina Spektor. She was born in New South Wales, Australia but now lives in Los Angeles...

the "cool" lyrics..

Trouble will find you no matter where you go, oh oh
No matter if you're fast, no matter if you're slow, oh oh
The eye of the storm wanna cry in the morn, oh oh
You're fine for a while but you start to lose control

He's there in the dark, he's there in my heart
He waits in the wings, he's gotta play a part
Trouble is a friend, yeah trouble is a friend of mine
Ahh..

Trouble is a friend, but trouble is a foe, oh oh
And no matter what I feed him he always seems to grow, oh oh
He sees what I see and he knows what I know, oh oh
So don't forget as you ease on down my road

He's there in the dark, he's there in my heart
He waits in the wings, he's gotta play a part
Trouble is a friend, yeah trouble is a friend of mine
So don't be alarmed if he takes you by the arm
I roll down the window, I'm a sucker for his charm
Trouble is a friend, yeah trouble is a friend of mine
Ahh..

How I hate the way he makes me feel
And how I try to make him leave
I try, oh oh I try

But he's there in the dark, he's there in my heart
He waits in the wings, he's gotta play a part
Trouble is a friend, yeah trouble is a friend of mine
So don't be alarmed if he takes you by the arm
I roll down the window, I'm a sucker for his charm
Trouble is a friend, yeah trouble is a friend of mine

Nice lyrics, and "too deep" isn't it ?
the point is...all people having their own problems, trouble (or anything you named it). It just one lesson "How you handle it well" Even, with sophisticated, cross jumping, or just leave it. 'Coz trouble is really like a friend. We make it better, it could be closer. And we make it danger, it could be more harder...

:) I'm not kind a good spoke person... hopefully you enjoy "your trouble self"
Just find a simple and the best way to handle it
Peace out...



ps: click the "beautiful image" to play the song

Monday, December 29, 2008

The Hunt is begin; Love Letters

I’ve been searching for the book of love letters that Carrie read to Mr. Big in Sex and the City: The Movie, was titled Love Letters of Great Men. But damn, I couldn’t find a book with that title. I've no source yet. Anyone could you help me ?

However I found this one.. The 50 Greatest Love Letters of All Time .Finally, I found other love letter collections, as well the book on Sex and the City: The Movie. Maybe that will have all the same love letters.

Anyway, this book so lovely amazing. Karena banyak nama-nama tenar yang mengungkapkan isi hatinya, pada pasangan yang sangat dicintainya. Oh, don't forget, I told you. It's separate with some part, yang berbeda-beda tiap bagiannya:

Tender Love
+ Wolfgang Amadeus Mozart to Constanze Mozart
+ Michelangelo Buonarroti to Vittoria Colonna
+ Harry Truman to Bess Wallace
+ George Bush to Barbara Pierce
+ Kahlil Gibran to Mary Haskell
+ Benjamin Franklin to Madame Brillon

Crazy For You
+ Ernest Hemingway to Mary Welsh
+ Zelda Fitzgerald to F. Scott Fitzgerald
+ Marjorie Fossa to Elvis Presley
+ Ludwig van Beethoven to the "Immortal Beloved"
+ Frida Kahlo to Diego Rivera
+ Ronald Reagan to Nancy Reagan

Painful Separation
+ Franz Kafka to Felice Bauer
+ Napoleon Bonaparte to Josephine Bonaparte
+ Abigail Smith to John Adams

Fire and Ice
+ George Bernard Shaw to Stella Camphell
+ Frank Lloyd Wright to Maude Miriam Noel

Forbidden Love
+ Elizabeth I to Thomas Seymour
+ Henry VIII to Anne Boleyn

*) Nama-nama diatas hanya sebagian dari yang ada. Saya tuliskan yang saya tahu/kenal saja.

Nah, kisah cinta tidak harus selalu ROMEO & JULIET saja kan ? Beberapa puisi dramatis juga ditonjolkan atas beberapa jenis hubungan. Seperti kegagalan hubungan, atau bahkan surat cinta yang belum tersampaikan (milik Mozart), dan juga gaya emansipasi cewek 'nyatain cinta' ke cowok (Abigail Smith istri John Adams, Presiden AS ke dua) dan surat cinta ke 'istri muda' juga ada, hehehe ( Henry III untuk Anne Boleyn, yang akhirnya jadi Ratu Inggris).

Wah, pokoknya top deh buku ini..
Buat kaum Adam mau nembak cewek incarannya, dan jelang Valentine, tapi susah berkata-kata, lidah kelu, malu jadi pujangga, otak susah mencari inspirasi, atau ingin menggombal yang tidak standart, Saya sarankan BELILAH BUKU INI !!

Friday, December 26, 2008

Meaningfull ; If I were a boy

If I were a boy
Even just for a day
I’d roll out of bed in the morning
And throw on what I wanted and go
Drink beer with the guys
And chase after girls
I’d kick it with who I wanted
And I’d never get confronted for it
Because they’d stick up for me

If I were a boy
I think I could understand
How it feels to love a girl
I swear I’d be a better man
I’d listen to her
Cause I know how it hurts
When you lose the one you wanted
Cause he’s taken you for granted
And everything you had got destroyed

If I were a boy
I would turn off my phone
Tell everyone its broken
So they think
that I was sleeping alone
I’d put myself first
And make the rules as I go
Cause I know that she’d be faithful
Waiting for me to come home

If I were a boy
I think I could understand
How it feels to love a girl
I swear I’d be a better man
I’d listen to her
Cause I know how it hurts
When you lose the one you wanted (wanted)
Cause he’s taken you for granted (granted)
And everything you had got destroyed

It’s a little too late for you to come back
Say its just a mistake
Think I forgive you like that
If you thought I would wait for you
You thought wrong

But you're just a boy
You don’t understand (yea you don’t understand)
How it feels to love a girl
Someday you’ll wish you were a better man
You don’t listen to her
You don’t care how it hurts
Until you lose the one you wanted
Cause you've taken her for granted
And everything you had got destroyed
But you're just a boy…


Well, i have no time to post it last month.. coz of "cruel-hard-work-activity". My wife so addicted with this smash single. I've been crazy of it..And I've been asking so many friends about this rocka-fella goodie a.k.a B Y C. And this is their answer/opinion ;

well.
where can i start
this song is pretty dumb!
it is meaningful but who would want to be a boy like seriously!? (Fransiscca)

this song smells. why do you think most of boys have not fellings? this song is only talking about 10% of boys. if you don't understand that, you are too egoist to think about another person (like the boy descrived in the song) (Dewiq)

It's a great song, i think a lot of girls can relate to this song because sometimes it would be good to just.. be ourselves without having to worry what anyone thinks about, and without having to live up to standards (Jefrri a.k.a. Jupri item)

I like this song - and yes, it does make me think "yeah, I screwed up some time ago", and it is actually a relief hearing something that says "that's true, you did, feel what you gotta feel, do what you gotta do, and move on and be a better man". (Tommy)

There is nothing to actually hate about this song, it is honest and though it is somewhat one-sided, that's what it is to really hear someone out from the other side of your own perception of your own world where you think you knew everything and never thought you were wrong. (Melinda a.ka. Sweety Mommy)



ps: click the picture, to watch videoclip

Friday, October 10, 2008

(efek) Laskar Pelangi

Semalam pas ON AIR, tiba-tiba dapat sms dari bini:

Sandy kasian pa..nangis terus. Aq ketok rumahnya, tnyt lg sakit. Untung obat batuknya Dva msh ada. Aq kasihkan k Sandy. plus tak kash susunya Dva.tp bkn dotnya Dva lho. kasian aja.meski miskin kan Sandy tetep pnya hak utk sehat.hehehe.habis liat Laskar Pelangi soalnya.

Sms yang membanggakan bagi Saya, sebagai suaminya..dan (jujur) saya bahagia diberi pendamping spt dia.

Tetangga pas samping rumah, (maaf) ada yang kurang mampu, atau boleh dibilang sangat miskin dan kekurangan. Meskipun dibanding kami yang juga gak berlebih-lebih amat.

Dibandingkan Deeva, Sandy nama anak balita laki yang tidak terurus, suka sakit-sakitan. Makan nasi kalau ada, susu? tentu tidak. Cuma air gula saja. Jangan ditanya pakaian, mainan, dsb yang dibandingkan Deeva (maaf bukan maksud pamer) gak ada apa-apanya.

Truss, apa hubungannya dengan Laskar Pelangi ??
Ya itu dia, habis Kamis kemarin liat...bagi kami film itu memang memberi pesan moral :
- Jangan menyerah untuk menggapai mimpi
- Dannn, meski miskin, orang berhak mendapatkan pendidikan...

Nah, bini saya mungkin terinspirasi..meski (tetangga) saya miskin, dia juga berhak untuk sehat. tanpa dibedakan dengan derajat yang lebih kaya. Kadang saja kita gak sadar, dan menganggap mereka yang 'kurang' seberuntung kita memang pantas untuk 'kekurangan'. Miskin ya miskin saja.

Tapi tidak, hari ini Laskar Pelangi juga membuka mata kami, ternyata meski miskin mereka masih berhak mendapatkan sesuatu 'hak' yang sama seperti kita. Kesehatan, Pendidikan, Kesejahteraan, Pekerjaan, dsb.

Wednesday, October 8, 2008

THE REASON FOR RESIGNATION

Such a long time ago, I've got an e-mail from mbak Iping - suarasurabaya.net . Don't know why, I keep it inside my inbox. I thought, it could be important (for me) future !!. Now days, when "that time" is too close for me, it's necessary need to read. Very inspiring, and get the message !!


+++ Mengapa KARYAWAN meninggalkan perusahaan? +++
WHY TO MOVE (OR NOT TO MOVE)

Mengapa karyawan meningggalkan perusahaan (atau paling tidak sering ngedumel)? Berikut ini petikan dari bukunya Haris Priyatna yang berjudul Azim Premji, "Bill Gates" dari India (terbitan Mizania 2007). Azim Premji adalah milyuner muslim dari India yang telah menyulap Wipro, dari sebuah perusahaan minyak goreng menjadi konglomerasi perusahaan dengan salah satunya adalah Wipro Technologies yang merupakan ikon kebangkitan industri teknologi informasi di India. Dia urutan ke-21 orang terkaya di dunia versi Forbes 2007. Azim dikenal sebagai milyuner yang bergaya hidup sederhana. Berikut ini pandangan Premji tentang mengapa karyawan betah dan tidak betah dengan perusahaan. Wipro sendiri memiliki tinkat turn-over (kepindahan) karyawan yang sangat rendah, padahal gajinya tidak lebih tinggi dibandingkan perusahaan sejenis seperti Infosys dan TCS.

Mengapa KARYAWAN meninggalkan perusahaan?
Banyak perusahaan yang mengalami persoalan tingginya tingkat pergantian karyawan. Betapa orang mudah keluar-masuk perusahaan itu. Orang meninggalkan perusahaan untuk gaji yang lebih besar, karier yang lebih
menjanjikan, lingkungan kerja yang lebih nyaman, atau sekedar alasan pribadi. Tulisan ini mencoba menjelaskan persoalan ini.

Belum lama ini, Sanjay, seorang teman lama yang merupakan desainer software senior, mendapatkan tawaran dari sebuah perusahaan internasional prestisius untuk bekerja di cabang operasinya di India sebagai pengembang software. Dia tergetar oleh tawaran itu. Sanjay telah mendengar banyak tentang CEO
perusahaan ini, pria karismatik yang sering dikutip di berita-berita bisnis karena sikap visionernya. Gajinya hebat. Perusahaan itu memiliki kebijakan SDM ramah karyawan yang bagus, kantor yang masih baru, dan teknologi mutakhir, bahkan sebuah kantin yang menyediakan makanan lezat. Sanjay segera menerima tawaran itu. Dua kali dia dikirim ke luar negeri untuk pelatihan. "Saya sekarang menguasai pengetahuan yang paling baru", katanya tak lama setelah bergabung. Ini betul-betul pekerjaan yang hebat dengan teknologi mutakhir.

Ternyata, kurang dari delapan bulan setelah dia bergabung, Sanjay keluar dari pekerjaan itu. Dia tidak punya tawaran lain di tangannya, tetapi dia mengatakan tidak bisa bekerja di sana lagi. Beberapa orang lain di departemennya pun berhenti baru-baru ini. Sang CEO pusing terhadap tingginya tingkat pergantian karyawan. Dia pusing akan uang yang dia habiskan dalam melatih mereka. Dia bingung karena tidak tahu apa yang terjadi. Mengapa karyawan berbakat ini pergi walaupun gajinya besar ? Sanjay berhenti untuk satu alasan yang sama yang mendorong banyak orang berbakat pergi. Jawabannya terletak pada salah satu penelitian
terbesar yang dilakukan oleh Gallup Organization. Penelitian ini menyurvei lebih dari satu juta karyawan dan delapan puluh ribu manajer, lalu dipublikasikan dalam sebuah buku berjudul First Break All the Rules.

Penemuannya adalah sebagai berikut:
Jika orang-orang yang bagus meninggalkan perusahaan, lihatlah atasan langsung/tertinggi di departemen mereka.
Lebih dari alasan apapun, dia (atasan) adalah alasan orang bertahan dan berkembang dalam organisasi. Dan dia adalah alasan mengapa mereka berhenti, membawa pengetahuan, pengalaman, dan relasi bersama mereka. Biasanya langsung ke pesaing. Orang meninggalkan manajer/direktur anda, bukan perusahaan, tulis Marcus Buckinghamdan Curt Hoffman penulis buku First Break All the Rules. Begitu banyak uang yang telah dibuang untuk menjawab tantangan mempertahankan orang yang bagus - dalam bentuk gaji yang lebih besar, fasilitas dan pelatihan yang lebih baik. Namun, pada akhirnya, penyebab kebanyakan orang keluar adalah manajer. Kalau Anda punya masalah pergantian karyawan yang tinggi, lihatlah para manajer/direktur Anda terlebih dahulu. Apakah mereka membuat orang-orang pergi?
Dari satu sisi, kebutuhan utama seorang karyawan tidak terlalu terkait dengan uang, dan lebih terkait dengan bagaimana dia diperlakukan dan dihargai.
Kebanyakan hal ini bergantung langsung dengan manajer di atasnya.

Uniknya, bos yang buruk tampaknya selalu dialami oleh orang-orang yang bagus. Sebuah survei majalah Fortune beberapa tahun lalu menemukan bahwa hampir 75 persen karyawan telah menderita di tangan para atasan yang sulit. Dari semua penyebab stres di tempat kerja, bos yang buruk kemungkinan yang paling parah. Hal ini langsung berdampak pada kesehatan emosional dan produktivitas karyawan. Pakar SDM menyatakan bahwa dari semua bentuk tekanan, karyawan menganggap penghinaan di depan umum adalah hal yang paling tidak bisa diterima. Pada kesempatan pertama, seorang karyawan mungkin tidak pergi, tetapi pikiran untuk melakukannya telah tertanam. Pada saat yang kedua, pikiran itu diperkuat. Pada saat yang ketiga kalinya, dia mulai mencari pekerjaan yang lain. Ketika orang tidak bisa membalas kemarahan secara terbuka, mereka melakukannya dengan serangan pasif, seperti: dengan membandel dan memperlambat kerja, dengan melakukan apa yang diperintahkan saja dan tidak memberi lebih, juga dengan tidak menyampaikan informasi yang krusial kepada sang bos.

Seorang pakar manajemen mengatakan, jika Anda bekerja untuk atasan yang tidak menyenangkan, Anda biasanya ingin membuat dia mendapat masalah. Anda tidak mencurahkan hati dan jiwa di pekerjaan itu. Para manajer bisa membuat karyawan stres dengan cara yang berbeda-beda: dengan terlalu mengontrol, terlalu curiga, terlalu mencampuri, sok tahu, juga terlalu mengecam. Mereka lupa bahwa para pekerja bukanlah aset tetap, mereka adalah agen bebas. Jika hal ini berlangsung terlalu lama, seorang karyawan akan berhenti - biasanya karena masalah yang tampak remeh. Bukan pukulan ke-100 yang merobohkan seorang yang baik, melainkan 99 pukulan sebelumnya. Dan meskipun benar bahwa orang meninggalkan pekerjaan karena berbagai alasan, untuk kesempatan yang lebih baik atau alasan khusus, mereka yang keluar itu sebetulnya bisa saja bertahan, kalau bukan karena satu orang yang mengatakan kepada mereka, seperti yang dilakukan bos Sanjay: Kamu tidak penting. Saya bisa mencari puluhan orang seperti kamu.

Meskipun tampaknya mudah mencari karyawan, pertimbangkanlah untuk sesaat biaya kehilangan seorang karyawan yang berbakat. Ada biaya untuk mencari penggantinya. Biaya melatih penggantinya. Biaya karena tidak memiliki seseorang untuk melakukan pekerjaan itu sementara waktu. Kehilangan klien dan relasi yang telah dibina oleh orang tersebut. Kehilangan moril sejawat kerjanya. Kehilangan rahasia perusahaan yang mungkin sekarang dibocorkan oleh orang tersebut kepada perusahaan lain. Plus, tentu saja, kehilangan reputasi perusahaan. Setiap orang yang meninggalkan sebuah korporasi akan menjadi dutanya, entah tentang kebaikan atau keburukan. Demikian pesan Azim Premji. Bagaimana pendapat Anda (sebagai bawahan maupun atasan) ?


Hmpph ...how about you ?
Let me sure..this is the sign for me..to find Lentera Jiwa (finally)



Saturday, September 27, 2008

RUU Pornografi

Batasan 2 pikiran berbeda memang sempit - tipis bahkan kadang tak jelas !!

"Pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat."

Kali ini, ribut-ribut kembali soal UU Pornografi di Indonesia. Terlambat, atau lebih baik daripada telat atau dipaksakan, semuanya menjadi rancu. Beberapa waktu terakhir, kita lihat di berita nasional..banyak pihak yang menyayangkan rencana disahkannya RUU Pornografi di Republik Kita ini. Belum lagi beberapa wilayah propinsi yang menyatakan akan "memisahkan" diri kalau tetap akan di "gedok" UU itu.

Well, I'm so confused with all people behind.
Kenapa selalu adaaaaaaa aja masalah yang rancu di negara kita yang "katanya" demokratis ini. Apa karena kedemokratisan itu, akhirnya semua pihak "teriak-teriak" seenaknya, memaksakan kehendaknya ? Gak juga kan harusnya? Atau mereka juga bisa disebut WNI yang baik, kalau tidak memnuhi UU yang dibuat ? Bingung. Itu Pasti. Bangsa ini memang harus bekerja keras, membelajarkan proses "musyawarah" pada semua lapisan masyarakat. Supaya nanti hasil keputusan bersama itu tidak mendapatkan komplain, cacian, hujatan, bahkan sampai sabotase atau boikot. Ibarat kata, Bangsa kita ini bangsa bebenah.
Semuaaaaa, masih menjalani tahapan awal 'beres-beres' untuk menciptakan atmosfer yang 'rapih' nantinya (semoga). Bukan tidak jarang, sering membuat atau memutuskan sesuatu , sesudah ada "hal besar yang terjadi". Jadi sebagian orang menganggap, kita bangsa telat. Membuat peraturan, sesudah kejadian-kejadian.

Susahnya, bangsa kita isinya majemuk SEKALI. Adat istiadat, budaya, tradisi, dan perbedaan2 itu memang jarang untuk bisa 'diseragamkan'. Lihat saja beberapa waktu kedepan, apa yang akan terjadi di belahan negeri kita tercinta ini. Episode apa lagi sesudah tragedi zakat maut, KKN di DPR, Kecelakaan mudik, makanan ber-melamin, daaaaaaaaaaaaaaannn banyak lainnya...

Semoga bangsa kita, tetap utuh dalam keragaman !!


Klik
Lengkap draft
RUU REPUBLIK INDONESIA TENTANG PORNOGRAFI

Wednesday, September 10, 2008

Tukang ngeluh #1 = cuma OMDO

Dulu, di tempat kerja saya yang lama, ada kawan yang sukanya cerita tentang kehidupannya yang un-perfect menurutnya. Gaji pas-pasan lah, tanggungjawab berlebih-lah, jam kerja mencekik leher lah, dan suka dikatain Boss lah...wah kumplit pokoknya.

Dengan gaya dan emosi yang meluap-luap seperti lakon sinetron nomor wahid, dia selalu berbagi cerita dengan saya. Di ruangan saya, merepet ke meja kerja saya, di sela-sela makan siang saya, dan bahkan kadang disela-sela saya jeda On air. Katanya sudah gak tahan, ingin berhenti. Sesekali mengajak dan menawari, apakah saya juga tidak merasakan hal yang sama dengannya. Hmmm...tertarik juga sih, dengan namanya perubahan (ke yang lebih baik tentunya).

Hingga suatu waktu...batas di dalam diri saya sudah memuncak. Ternyata, saya bagaikan menggenggam api dalam sekam (ehh, bener ya istilahnya? ). Sumpah, saya merasa pikiran saya tidak menyatu lagi. Saya merasa bagaikan burung, berada dalam sangkar yang kekecilan. Kalau toh, masih sulit bagi saya terbang bebas di langit lepas, pikir saya tidak apa-apa juga kok, andai kembali mendapatkan sangkar. Asal yang lebih luas. hal itu saya yakini bagian dari proses, untuk saya bisa mendapatkan 'alam bebas' nantinya.


Tiba saya sampaikan 'lagu perpisahan' untuk semua, termasuk teman saya itu. Loh, responnya kok tidak sesuai harapan saya. Mana 'empati'nya ? mana juga luapan keinginan besarnya untuk 'mengikuti' jejak saya? Mana semangatnya untuk mendapatkan hal lain sesuai dengan janji manisnya dan petisi-petisi pedasnya waktu itu ?
Hitungan Minggu berganti bulan, dan bahkan disusul hitungan bulan berganti tahun.
Ya ampun, ternyata teman saya itu masih 'mendekam' di dalam sana. Tempat yang sudah saya tinggalkan ratusan hari lalu. Parahnya, teman saya masih mengeluh hal yang SAMA

Well, saya ingin lemparin kulit duren dan beling kaca ke mulutnya. Jadi geregetan nerima curhatan yang gak penting darinya sampai saat ini. Lha dari kemarin dia kemana aja, betapa BODOHNYA tanpa dibarengi usaha untuk mendapatkan sesuatu yang selalu diinginkannya. Hmm, andai dia tahu, padahal justru disaat kita merasa terpojok, terjepit dan putus asa, kadang ada 'kekuatan' yang benar-benar membantu kita. MELAWAN keputusasaan itu dan semakin MELAJU kencang....

Hmm, sudahlah...saya jadi empet dan eneg bahasnya. Kalau ingin perubahan, ya ayo maju, cari dan jalani proses baru menuju perubahan itu. Jangan asal bunyi saja, jangan hanya OMDO omong doang saja, jangan ngeluh saja..bukti bukti bukti...buktikan. Karena hakekatnya, perubahan pada kehidupan kita, hanya akan terjadi atas usaha kita. Kalau anda sudah 'mengakar' di tempat yang sama selama lebih dari 3 tahun dan merasa kecewa, truss hanya mengeluh saja ? ya ampun, betapa bodohnya anda.

Dan saya? apakah yakin dengan langkah ini?
Ada hal-hal yang kadang tak bisa kita terjemahkan. Namanya keyakinan.
Di luar sana ada keyakinan, meraih suatu harapan baru, untuk mewujudkan impian
Saya yakin itu...

Sunday, July 20, 2008

Life is an Option..right??

Anggapan dan metafora imajinasi manusia, layaknya buih-buih samudra yang tiada habisnya. Tak berujung, selalu mengundang keingintahuan dan merasa menjadi sangat berbeda dengan pribadi atau jiwa yang murni. Perasaan-perasaan yang menjadi ke-gamang-an, selalu dan mungkin kadang menjadi hambatan melaju, untuk menentukan apa jawaban di masa depan.
Keputusan.
Ya, pilihan diantara persimpangan itu menjadi titik balik, bernamakan keputusan.
Kata banyak orang bijak, hidup akan selalu dibenturkan dengan dua pilihan. Keberuntungan bagi jiwa, andai pilihan-pilihan itu tidak merugikan. Namun demikian, akan tetap terasa sesak dan menekan pikiran, karena sungguhpun pilihan itu sama lezatnya, noda ber-namakan 'ego' selalu membuatnya terasa sulit. Bahkan untuk 2 pilihan yang sama baiknya.

Lalu bagaimana dengan pilihan tak berimbang ?
temans, mari mengingat-ingat. Bukankah semuanya diciptakan berpasangan, yang kadang tak kesemuanya itu bisa kita raih..hanya sebelah saja. Meski terasa timpang, inilah beratnya menjadi sosok yang harus memilih. Keraguan yang kadang 'memaki' pilihan yang tak tepat, semakin terasa menghantui, meskipun bahkan batin ini saja belum memilih...
Benarkah tak berimbang? Darimana kita tahu pilihan kita benar atau bahkan salah ?
Jauh-jauh hari, perasaan-perasaan, tanda-tanda, atau signal-signal..pasti sudah dikirimkan otak kita, melaju ke hati, dan berbuntut pada tindakan.. atau bahkan singkatnya bisa saja dari hati langsung menuju ke PILIHAN. Sebenarnya, segala macam pertimbangan itu, muskil terkalahkan oleh keputusan kita pribadi.

Rute pilihan yang harus saya pilihpun, berliku...bak sinetron yang tak saya ketahui dimana skenario dan tema latarnya. Tapi apakah salah, kalau saya harus berhenti dari 'sinetron' satu dan berpindah ke sinetron yang lainnya? Bukankah itu juga pilihan? meskipun saya akui, saya tidak menuntaskan 'episode' dari cerita yang tidak saya inginkan itu. Sebagai sosok pribadi yang kurang sempurna, harapan saya berlapis ego...ada pilihan akhir yang benar-benar tepat, sesuai 'tebakan'. Tidak sedikitpun saya sesali, kalau saya salah mengambil 'peran' dari cerita ini. Karena bagi saya, babak ini menghantarkan saya pada kisah lanjutan yang saya harap akan lebih membuat jiwa saya terisi dengan nyaman, dan tidak hampa.

Saat kita memang harus benar-benar memilih, harapan kita semoga itu sebuah keputusan yang tepat. Saya pribadi percaya, garis pilihan saya..membimbing dan bahkan menempatkan diri saya pada lajur ini, lajur yang sudah di gariskan-NYA. Lalu apakah Tuhan akan melepaskan saya, andai pilihan ternyata salah?. Tidak, huruf akan terangkai menjadi kata, diikuti menjadi baris kalimat, dan membingkai sebuah paragraf. Hingga akhirnya, akan ditutup dengan tanda TITIK, yang bahkan masih akan dilanjutkan lagi hingga bertemu satu tanda TITIK yang mengakhiri segalanya.
Saya pribadi, ingin menuju TITIK penutup itu dengan cara yang indah. Agar kelak, "paragraf-paragraf" yang telah saya buat, bisa dibaca jiwa lain dan anak-anak saya yang berucap..

"Benar-benar cerita yang indah...."

Saturday, July 19, 2008

Talk Like an Oprah

Jujur, sudah puluhan kali saya 'berbicara' dengan orang banyak. Kadang menemui mereka, terutama untuk sesi 'wawancara' adalah hal yang susah-susah gampang. Bertemu baik dengan artis, orang tenar, pengusaha, tokoh politik atau bahkan orang-orang yang spesial dalam bidang tertentu membuat hati memang sudah mulai terlatih. Meskipun , diawal sesi pasti dan selalu daya nervous karena takut tidak berjalan lancar.

Lantas bagaimana me-wawancarai yang benar ?
Entah saya harus menjawab apa dan bagaimana, karena kadang question list bisa saja berantakan karena satu dan lain hal. Atau bahkan konsentrasi terpecah belah karena ada kejadian / jawaban yang tak terduga dari si narasumber. Bukan, saya bukan ingin sok mengajari cara me-wawancara yang baik dan benar bersama dengan pakem-pakemnya. Saya belum sehebat itu. Saya hanya ingin berbagi cerita dengan orang dihadapan saya, dengan status sebagai 'sahabat baru' yang ingin mendengar cerita teman. Yah, mungkin ungkapan itu yang tepat. Saya ingin seolah-olah narasumber yang sedang saya tanya, tidak merasa seperti di interogasi dengan pertanyaan-pertannyaan menyerang. Meskipun saya harus akui, harus dengan cara halus agar seorang narasumber tidak merasa “diserang”.

Bukan, bukan saya sok pintar dalam hal mewawancarai. Tapi mendengarkan seorang nasum berbicara, memperhatikan, dan mememandang dengan 'mata sahabat' lebih penting bagi saya, daripada melihat urutan question route yang kadang ikin saya jlimet dan lepas konsentrasi. Menghargai dan memberikan waktu saat dia berbicara, akan sangat membuat seorang narasumber merasa dihargai dan akan bercerita banyak, secara tidak terpaksa. Yah, saya masih harus belajar banyak. Bagaimana me-wawancarai seseorang seperti layaknya berbagi cerita dengan sahabat. Seperti tiap kali OPRAH berbicara dengan tamu-tamunya, yang selalu bisa menjadi 'teman-teman'nya. Karena mata OPRAH turut berbicara, simpatik, dan menyimak, apa yang disampaikan mereka...

Thursday, July 10, 2008

Wanted = Hot Jolie

Finally, last night the 'project' is running well. Janjian sama temen2 main, liat WANTED akhirnya keturutan juga. Sesudah berdebat tempat dan jam main (S.E.L.A.L.U), akhirnya keputusan rapat byphone, dan sms MEMUTUSKAN >> Nonton di XXI Sutos studio 3 jam 20.40 wib titik
Sambil liat jam, kurang 100 menitan film mulai, akhirnya cari makan. Keliling SUTOS, HEY..baru beberapa hari gak kesana ternyata ada tempat makan baru (ato Saya udah ketinggalan banget yak?) bernamakan COSI. Look delicious-food and warm-cozy place, tapi gak ah, berhubung laper perut yang sudah ga' bisa diajak main2, jadi harus inget aturan makan saya hehehe. Aturan pertama makan, saat lapar, saya gak bsia diajak makan dalam tema 'mencoba-coba'. Harus sudah tau harga - takaran dan rasa. Soalnya kalo gak, wahhh siap-siap Anda menyesal seumur hidup mengajak saya ..karena mengomel terus selama makan, sesudah makan, dan bahkan berhari-hari sesudah makan..hehehe. Kecuali kalau temanya memang JELAJAH KULINER alias gak laper-laper banget dan sekedar uji nyali, mencoba taste-nya atau menu baru. Meskipun makanan salah, harga bikin bete-dsb, saya mah oke aja.

Akhirnya (L.A.G.I. - L.A.G.I.) makan di Solaria, pilih Mie Chicken sauce Teriyaki seperti biasa. Sehabis kenyang, ngobrol-ngobrol keliling SUTOS bentar. Ke lobby XXI, nunggu bentar karena Wanted belum mulai. Ngobrol sama pacar CECE yang baru pertama kali ini dipertemukan dengan kami, hehehe biasa 'orang' baru selalu habis diceng-in. Lupa namanya KOKO siapa gitu, jadi selama nonton dan sesudah nya cuma call KO...ko...ko aja gitu...terus hehe
Selama nonton, diribetin A'i yang nanyaaaaaa terus ceritanya ini gimana, kok bisa, itu siapa, tadi kemana, terus kenapa...ah, teman nonton yang membosankan. Karena kalau mau nonton di sebelah saya, entah itu mau kentut, nangis, takut, tegang, dsb...HARUS TENANG. Saya maunya fokus (dan gak suka telat mulai awal film) dan hanya menyimak alur ceritanya. Makanan ? no thanks. I'm not food-looser at the cinema :p

Well, ngobrol gak ada habisnya yak..Then we talk about the Movie.
Based upon Mark Millar’s explosive graphic novel series, dan akhirnya digarap sama Sutradara Timur Bekmambetov, atau lebih dikenal as the stunning visualist director *)Weissss dahsyat, yang juga sebagai creator of the most successful Russian film franchise in history, the Night Watch series.
Wanted tells the story of one invisible drone’s transformation into a dark avenger. Karena di tahun 2008 ini, dunia dikenalkan dengan superhero for a new millennium bernamakan Wesley Gibson, yang diperankan James McAvoy dan dulu juga pernah deket sama
Keira Knightly itu *)hiksss. Sebagai Account manager berusia 25 tahun, SHIT..he was the most pathetic, cube-dwelling hypochondriac the planet had ever known...hehehe Apalagi kalo inget BOSS ndut nya, yang chewed him out huorly, masih ditambah pacarnya cheated on him daily. Pokoknya looser abis dah. Until he met a woman named Fox yang diperaninAngelina Jolie si bibir dower-sexy-Lovely ...dan ceritanya.. menjadi bla-bla bla. Udah deh tonton sendiri, gak puas rasanya kalo diceritain.

OK, this movie is the best for last 2 weeks. WAJIB TONTON, karena adrenalinmu akn dipacu dengan adegan seru, such as; kejar-kejaran, tembak-tembakan, jotos-jotosan, berdarah-berdarah, sampai LOOKING for the best scene, pas ANGELINA JOLIE keluar dari bak mandi dan bokongnya geal-geol just walking away, dengan ke sexy annya itu. DAMN !!
Hmpphh, Jolie-Jolie ... udah brojol beberapa kali, tapi kau tetap menggodaku (congrasts for the twin baby)
Okelah, buruan nonton yak. Meskipun saya sudah bisa menduga alur ceritanya (sedikit kecewa) tapi tetap ada hal yang bisa dipetik dari karakter WESLEY, dan cocok buat kita semua.

Wesly will come to learn what no one could ever teach him:
he alone controls his destiny.

Friday, June 20, 2008

Women in another planet (out of Indonesia..I Mean)

Mendengar ibu yang satu ini berceloteh medok aksen East Java-an, (atau Suruboyoan tepatnya) membuat pikiran alam liar Saya membayangkan sosok yang...;
Independent woman
 Cablak, blak-blak an dan supel
 Ramah dan nice welcome person dah..
 Ohya satu lagi, dalam bayangan saya..rambutnya model laki, manol dan tomboi. Preman habis ah..hehehe
Sosok itu bernama Emi, atau lebih senang dipanggil Mbokk Emi supaya lebih 'persaudaraan' katanya. Tinggal di Texas Amerika Serikat, dengan suami bule bernama Jeffri and
she called him hubby.. seperti kata Ibu Kartini, Hubby gelap terbilat terang (*gubrakkk). si Mbok malah asyik panggil kang Jupri (wakakakakakk) dan sudah menghasilkan 2 jagoan bernamakan Dimas dan Noah.

Wah, gambaran saya semakin salah besar, waktu tahu keahlian utamanya; M-E-M-A-S-A-K.
Bahkan dirumah online -nya, secara terperinci – urut dan detil semua dijelaskannya. Pokoknya para Chef hotel-hotel berbintang harus hati-hati atas kelihaiannya memanfaatkan kemampuan tangan dalam memasak dan kemampuan tangan mengetik keyboard QWERTY untuk upload info-info seputar 'uji coba' dapur terkini dan juga cerita soal keluarganya. So sweet ;) Bukan hanya pekerjaan yang girly aja. Tapi kerjaan bengkel pun juga sanggup ditangani, seperti membenarkan remote, betulin lampu, sampai vacuum cleaner-pun semua beres oleh tangan cekatannya. Kata mbokk EMI, ditengah keterbatasan dan kepepet (karena gak bisa terus-terusan nunggu suami) semua bisa dihadapi. Weissss....dahsyattt

Ibu Emi menurut kacamata saya, sosok perempuan era Millenium ini. Benar-benar mampu berjuang di negeri orang, dan memberikan banyak cinta kasih untuk keluarganya. Mengalahkan besarnya rasa rindu kampung halamannya di Surabaya, demi mengemban tugas menjadi seorang sosok Istri yang mengikuti kemanapun langkah suami, dan sosok Ibu yang bersahaja bagi kedua putranya. Setiap hari mengaku selalu on-line di radio saya, demi mendengarkan kabar dan sedikit menghapus rasa rindu aroma 'Suroboyoan'. Dan Mbokk EMI tetap selalu rendah diri dan humble, menutup pembicaraan di telpon dengan ucapan “Minta maaf kalau ada salah dan kekurangan”, satu hal yang tidak terlintas dalam benak saya....

Posting-an ini didedikasikan buat bu EMI, yang sedang ulang tahun 19 Juni lalu. Congrats..
salam kekeluargaan..dari Surabaya – Indonesia ..untuk semua yang di Texas America

Thursday, June 12, 2008

Kata si Kiri

Lelah selepas terjaga....Tiba-tiba saja saya lamat-lamat bisa mendengarkan pembicaraan lirih si kiri dan si kanan,

si Kiri ; “Wah mendangar curhatmu saja membuat aku miris dan rasanya pengen bales”
si Kanan ; “Ah gak juga...”
si Kiri ; “ Tekanan di tempatmu besar juga ya. Miris jadinya melihat kegigihanmu. Padahal, ngapain juga kamu repot-repot susah payah. Bukannya kehidupanmu sudah lebih-lebih-lebih dari cukup? dan layak membuatmu menjadi Radja di istanamu sendiri?”
si Kanan ; “Gak mau ah, kurang seru nanti”
si Kiri ; “Ayolah, masak tidak ada sedikitpun keinginan, untuk melibas mereka. Kenapa kamu gak bilang saja sebenarnya, bapakmu petinggi negara? Kerja di bank milik negara. Dan bukannya kamu sedikit bisa bilang dengan congkak. Toh gaji bapakmu pasti lebih tinggi 5 kali level gaji bos mu, atau bahkan mungkin 10 kali gaji para manajermu yang congkak itu.”
si Kanan ; “ Ahh, apalah guna lha wong itu pangkat bapakku, bukan aku. Rasanya dompleng namanya juga tidak terlalu membuatku bangga. Gengsi IYA. Malu jadi benalu..”
si Kiri ; (sial, pertanyaan salah) “Kalo kamu gengsi, kenapa mau dicelotehin terus sama bos mu yang mungkin aja SOK BOSSY”
si Kanan ; “Hey..ini namanya mandiri, kerja ikut orang. Let's follow the rules

si Kiri ; “Okelah, katamu kamu dilecehkan karena penampilanmu biasa-biasa saja, ya pakai saja koleksimu yang puluhan dan nge-jogrok di lemari pakaianmu itu..”
si Kanan ; “ Ahh, gak deh,biasa aja. Apalagi teman seruangan saya suka 'ribut bin riweuh' kalo ada perubahan penampilan. Trendy atau nyentrik dikit, langsung dibahas. Lagian bahasnya juga gak jelas, gak pada ngaca tampilan mereka seperti apa adanya..gak paham mode, ribut.”
si Kiri ; “At least kan mereka gak banyak cingcong...”
si Kanan ; “Iya, tapi kalo timing kerjanya gak pas buat 'menor-menor' trus buat apa?”
si Kiri ; “Hey, kadang kita harus punya timing pas buat nge-hook orang yang sok banget itu. Baik itu level mu, atasmu alias bos mu, atau siapapun yang kadang sudah meremehkanmu. Itu namanya harga diri Bung”

si Kanan ; “Sst.....benar kita harus bisa mempertahankan harga diri. Tapi, ada satu titik dimana kita harus berusaha sendiri. Menjalani kehidupan ini sebagai proses. Bukan hanya hasilnya saja yang kita ingini, tapi perjalanan itu yang nanti malah kita akan kenang..dan ingat terus. Itu yang seru.
si Kiri ; “Tunggu, tunggu..jadi ini ceritanya 'penyamaran'mu kah ?”
si Kanan ; “Bukan. lagian semua 'embel-embel' yang kita miliki bisa saja lenyap dalam sekejap. Kata bang Haji, semua itu hanya titipan...hehehe”
si Kiri ; Dass (terdiam...)
Andaikan saja para manajer yang sombong itu tahu. Betapa 'tidak-ada-apa-apanya' kalau dibandingkan kamu, Kanan. Dan andai saja mereka bisa merasakan, suatu hari mereka tidak akan terus merasakan 'posisi enak' ... ahh, pasti hati-kecil-licik saya akan sedikit tertawa melihatnya...
si Kanan ; hmmpph..hush.

Saturday, May 31, 2008

Between Men and Women

temans, when God make it a couple, it's really good blessing ever for us..
hehe even tough ..there's always 'big-different-war' inside. Let's know it !!

Five Reasons Why Women Still Can't Do Without Men
It's a love-hate relationship, and women love their men still. Here are five reasons why she still can't get enough of him.
1. The Fuss Factor
She needs to fuss. She’s genetically programmed this way. She fusses over him about everything. From the way he wears his hair and tucks in his shirt to what he eats and what colour underwear suits him. Logically it’s almost the same as fussing a pet. But because she can multitask, she makes him feel wanted and expands her fussing energy all at the same time. That goes for the pet as well.
2. Task-Oriented-One-Track Mind
It doesn’t take rocket science to understand him. He’s straightforward and can take simple instructions. If she needs to reach the high shelf, he’s there. If she needs the sink fixed, he’s there. If she needs to rearrange the living room 20 times, he’s there. Because she is fickle and can never make up her mind, his simple-mindedness matches her perfectly.
3. He’s Tough on the Outside, Mushy on the Inside
He amuses her. His macho image is defenseless against that little droopy-eyed puppy. He goes soft all of a sudden, melts like butter and even tears. It’s also amusing to see how rugged hands can become so gentle when he’s fumbling with a newborn. For all the pain he caused, charge it to his credit card. But for that childlike innocence on his face ... priceless.
4. For Reaction
Another point of amusement, to test how he responds to her ridiculous questions. Do you think I’m fat? Do I look prettier than her? Who is more important, your mother or I? Tricky but interesting. Sneaky but pure entertainment. Forget cable, she has more fun watching him scrambling for the right answers.
5. Without Him ...
There may be world peace but there may be nothing to gripe about! He is the subject that transcends geographical borders. Highly controversial and intensely engaging, women all over the world talk about him. Like it or not, whether she brags or gripes, he is one hot tag.

Five Things About Men Women Can't Stand
What is it about men that irks women? So do they really think they are better drivers when they don't pay attention or listen enough? Check out the list of the top five things that men are that just drive women up the wall.
1. Men Won't Take Directions
Lost? Never in his life. It is difficult for him to take directions because in his mind he is never quite as lost as he really is. His ego won't let him. It's shameless if he asks for directions. He would rather get lost. He trusts his homing instinct, which he thinks is always in tiptop condition, to navigate home. Leave it to the pigeons I say and learn to read a road map for goodness sakes.
2. Men Don't Listen
What did you say? The perennial dysfunctional ears are normally trained to keep out any important things his woman has to say regarding dinner dates with the in-laws or pet grooming appointments. Visual creatures with an eye for certain details and a need for good unselective hearing aids.
3. Men Don't Pay Attention to Details
Can you blame him for not noticing? It's how you present the facts. You can't expect him to notice the dress you have just spent a bomb paying for. But he will sit up and take notice of the dress you used his credit card to buy which you spent a bomb paying for.
4. Men Hog the Remote
He is territorial alright. With the remote in hand, life is between him and the plasma TV. Coming close behind are his beer, his newspaper, his buddies, his pet frog and his underwear. His woman doesn't even come close. Once he lays his hands on the remote, he surfs the turf. You are only permitted to speak to him during commercial breaks and make it quick because it only lasts 30s a piece.
5. Men Think They're Better Drivers
Why? Because he thinks he's smarter, quicker and wiser. Behind the wheel, he assumes his mastery over the roads. Whisking in and out, overtaking and cursing at every female driver. But the bottom line is, he doesn't think at all. The offensive driver he is blames the female driver for causing accidents. But the no-brainer driver he is ends up being the one crashing his car in the accident. Who's smarter now?