Monday, December 24, 2007

Visit Indonesia 2008


Sikap reaktifkah ?
Sudah terlambatkah ?
Atau gak mau kalah kah ?

Ahh, gak usah negative thinking dengan negara kita tercinta ini. Kalau toh dari kemarin-kemarin nampak negara tetangga kita (yang suka klaim hak orang..itu tuh) memang gencar promo negaranya, Visit..visit..visit..negeri 'pengunduh' karya orang. Tahun depan memang dicanangkan sebagai tahun untuk menggaet turis sebanyak-banyaknya. Alias tahun kunjungan wisata Indonesia. Nah, yang saya bingungkan, apa khas Indonesia yang akan sangat super 'ditonjolkan' ? Kuliner-kah? Surga belanja-kah? atau Budaya-kah? . Mau berkunjung ke pantai-pantai indah, pasir-pasir juga sudah mulai hilang dijual. Mau blusukan kedalam hutan lebat, juga sudah mulai gundul dan jadi versi kayu bakar. Mau keragaman seni, juga sudah mulai gak beragam karena diembat satu-satu sama negara tetangga.
Ternyata dapat jawaban dari sini, Jero Wacik Menteri Kebudayaan dan Pariwisata mengatakan, memang bukan cuma logo saja yang di launching, tapi juga bakal ada kegiatan untuk menarik perhatian wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia. Kegiatan antara lain kemasan paket wisata, berupa atraksi dan festival budaya yang digelar di sejumlah daerah di Indonesia. Sedikitnya 100 kegiatan festival seni dan budaya, sudah disiapkan. Tapi apa saja itu, saya juga masih belum tahu, apalagi wisatawan manca, pasti juga bingung. Gak tahu fokus-nya kemana.
Ahh, sudahlah kembali lagi ini usaha bangsa yang harus kita dukung. KTT Perubahan Iklim di Bali kemarin pun cukup melegakan rakyat semua karena berlangsung aman, dan dihadiri orang-orang no 1 dari beberapa belahan dunia. Semoga bukan cuma logo, tapi poster, iklan media cetak, media elektronik, dan pendukung-pendukung lainnya juga muncul. Asal SEKALI LAGI, pakai original milik bangsa yang masih 'tersisa'. BUKAN meng-klaim milik negara lain. Upsss, Indonesia gak pernah kan kaya gitu ?

HIKS....Tapi, pemerintah merevisi slogan “Visit Indonesia Year 2008. Celebrating 100 Years of Nation's Awakening” . Soalnya ada kesalahan tata bahasa Inggris dalam jargon promosinya. Nation's Awakening bisa diartikan kebangkitan bangsa keseluruhan, padahal yang diinginkan kebangkitan Indonesia. Jadi frasa Nation's Awakening akan diganti National Awakening. Tema merayakan 100 tahun kebangkitan bangsa dinilai tak menjual, tapi momentum kebangkitan itu yang akan dioptimalkan.
Jadi akibat kesalahan itu, brosur dan spanduk promosi diganti, dengan target revisi kelar sebelum 1 Januari 2008 waktu “Visit Indonesia Year 2008” dicanangkan. Biarpun revisi materi slogan yang dilakukan lembaga konsultan Branding Octovate sebagai pemenang tender, gak butuh biaya... Pengerjaan paket lengkap slogan, mulai dari desain sampai persiapan bahan promosi di media, menelan biaya sekitar Rp 900 juta. Duit lagi, duit lagi.  Semoga bisa balik modal via bule-bule yang mau maen ke tanah air kita. Mari kita berdoa :)

No comments:

Post a Comment