Monday, December 10, 2007

Deeva jatuh :(


Seminggu yang lalu, jujur..selalu keingat Deeva. Pas mau tidur, dalam mimpi, atau pas lagi diam, kaya dengar suara Deeva...Dalam hati menyakinkan,
" Ahh, semoga gak ada apa-apa. Tunggu Papa ya sayang.."

Kemarin pas akhir pekan pulang, dilapori mbak Sati (babby sitter-nya), deeva habis jatuh dari kasur. Ya ALLAH...benar firasatku beberapa waktu lalu..
Sebenarnya, pagi pas tidur sama Eyang buyut-nya,
Deeva sudah bangun. Tapi Eyang-nya malah keluar sebentar, bukain pintu rumah. Deeva yang memang sudah pintar muter-muter, guling-guling, merayap, langsung JATUH. Ya JATUH, dari kasur spring bed. Karena biasanya tidur selalu lengkap dikelilingi bantal-guling yang tinggi-tinggi sebagai penghalang. Tahu-lah spring bed, dua susun pasti lumayan tinggi, gedebuk pasti. Mungkin 1 meteran. Eyangnya gak bilang (takut mungkin) samapi mbak Sati, mandikan Deeva, dia nangis. Pas dibedakin kepalanya, juga nangis. Sampai mbak Sati baru sadar pelipis dan hidungnya memar, dan sambil menangis (takut mungkin) tanya ke Eyang buyut-nya.

Ahh, sudahlah...aku tahu mbak Sati waktu aku sms kemarin (tanya kabar
Deeva) dijawab baik-baik saja...Mungkin takut aku marahi atau membuat aku jadi khawatir...
Sampai Sabtu malamnya,
Deeva tidur agak kejang (karena biasanya Dia juga kagetan-sama kaya Aku/ suka terkejut bentar pas tidur). Mamanya sampai nangis, lihat Deeva kejang lalu nangis. Aku hibur, "Ah..sudahlah, semoga Dedek gak papa". Mungkin ketakutannya lebih besar daripada aku, semoga bagian kepalanya tidak apa-apa, karena aku tahu usia belum 1 tahun ini sangat rentan. Bayangin saja, hampir dari ketinggian 1 meter terjatuh, pasti kalau aku yang mengalami juga sakit. Apalagi, Deeva yang mungkin belum bisa mengeluh...

Ahh, sebenarnya semua juga salahku.
Hampir berminggu-minggu yang lalu, Mamanya bilang ke Aku supaya pindahin lapisan atas spring bed-nya, supaya bagian bawah saja yang dipakai. Tapi aku selalu ulur-ulur, lupa, malas, nge-les, dsb. baru sesudah kejadian kaya gini, aku pindahin lapisan atasnya, supaya gak terlalu tinggi. Sampai kejadian kemarin, mungkin aku yang akan sangat merasa bersalah kalau ada apa-apa dengan
Deeva.

TAPI, syukurnya
Deeva tipikal anak yang kuat "bandel" badannya. Minggu pagi sudah seperti gak terjadi apa-apa. Semangat main dengan "Apollo-nya", minta naik sepeda motor, minta di gendong,.....ahh namanya juga anak-anak.

Papa sayang kamu,...

No comments:

Post a Comment