Friday, February 29, 2008

Susahnya Cari Kerja

Jujur, disaat saya sudah punya pekerjaan (alhamdullillah sampai sekarang) tanpa ada jeda 'nganggur', saya masih sering iseng mencoba cari kerjaan di bursa kerja. Bisa jadi iseng2 berhadiah, alias cuma lihat doang, TAPI kalo bagus kenapa enggak :)
Setiap saya datang ke bursa kerja, puji syukur selalu saya panjatkan pada-NYA. sambil hati selalu bicara,
Alhamdullilah masih punya pekerjaan. Bagaimana tidak Saudara-saudara, BANYAK yang antri - keringetan - desak-desakan - sampai nunggu sampai kusut, ngantuk, dsb. Lulusan S1, S2 D3 semua tumplek blek. Dengan tujuan sama..CARI KERJA.
Permasalahan juga kadang tidak berhenti. Sesudah dapat kerja pun, kadang masalah ketidakcocokan juga masih sering menghantui. Entah pola kerja, standart gaji, dsb.
Nah, kalo mau dapat kerja dgn gaji enak dan
pekerjaan ENAK, mau gak?
Hehe, browsing, dapat info lowongan
disini
.


B-A-Y-A-N-G-K-A-N   Saudara !!
betapa enaknya punya pekerjaan tersebut diatas. Alias
BRA-fitter. Hehehe, otak laki-laki gak jauh2 dari yang nikmat-nikmat. Mau mendaftar? Kesempatan terbatas (meski sayangnya only FEMALE).

Saturday, February 23, 2008

Diperbudak Nafsu

Pertanyaannya gampang, tapi jawabnya gamang + susah
Seberapa besar mampu mengendalikan nafsu?

Teman saya, (lagi-lagi, no name, takut digebukin) yang beratahan di pekerjaannya sekarang, bukan karena betah dan krasan dengan pekerjaannya. Bukan juga gembira ria dengan gajinya, BUKAN. Apalagi karena cinta lingkungan kerja nya, juga bukan (kata dia sih...Cuih) Meski saya juga belum tahu juga kebenarannya, yang memang masih terus patut dipertanyakan..



Ceritanya, 'nafsu' untuk mendapatkan kamera Canon S5 1S ini terlalu besar. Maksudnya, sebenarnya Teman saya ini sangat ingin mundur (katanyaaa seeeeehh) dari pekerjaannya sekarang. Tapi ingin mengumpulkan uang dulu yang cukup untuk segera beli Kamera ini....Katanya, impian Kawan saya ini memang bisa jadi tukang jeprat-jepret. Mungkin melanjutkan impian dan cita-citanya jadi tukang foto KTP di Balai Desa..

Jadi pertanyaannya, apakah kita masih mau
'melacurkan' diri sendiri, untuk memuaskan nafsu (baca:keinginan) kita agar terpenuhi ? Dan apakah Canon S5 1S itu cuma alibinya untuk bertahan, karena sebenarnya masih kerasan di tempat kerjanya? Hhmmmpphh, I don't know.... :)

Minta Uang


"Ma, isikan pulsaku ya ...sekalian pinjamin aku uang ya, bulan depan aku balikin" 
Teman saya, curhat kekurangan uang dan ternyata
MASIH netek ke ortunya, hehehe

Di jaman yang semakin susah dan serba pas-pasan, terhimpit, penuh keluh kesah, penat dan bikin pusying ini..Kebutuhan uang memang tiada habisnya, dan cepat sekali menguap. Mungkin kalau kebutuhan anak sekolahan + kuliahan, pasti soal buku-SPP atau juga tipu2 dikit uang fotokopian dsb. Semua akumulasi nya akan langsung diserahterimakan ke pada pihak yang berwenang alias ORTU. Selanjutnya, Orang Tua sebagai Mahkamah Deputi atau bahkan Gubernur tertinggi masalah keuangan akan meneliti, menelaah, dan memberikan keputusan akhir.

Semua rasanya masih berjalan normal (kecuali istilah2 berlebihan itu, hehe) as long as masih duduk di bangku sekolahan/kuliahan. Tapi perubahan pola itu akan menjadi sangat dilematis, kalau dihadapkan kenyataan, SUDAH BEKERJA tapi masih minta uang.
Etis atau tidak, masih dalam pergunjingan, yang direncanakan masuk delik Kasus Liputan 6 (halah). Beragam alasan pun muncul;
- Karena selama menjabat predikat 'anak', hak menerima sokongan WANG, masih diperbolehkan
- Menerima uang dari ortu dianjurkan, kalau pas kepepet. Daripada ngutang atau minjam di rentenir dan teman yang pelit + tukang ungkit kredit
- Atau malah ORTU yang 'maksa' terus ngirimin uang, khawatir anaknya miskin sesaat karena kekurangan dana

Wahhh, beragam dah...
Saya kadang mikir, santun atau tidak, etis atau tidak, dan layak atau tidak, kalo sebagai sosok yang sudah bekerja tapi tetap menengadah, mengulurkan tangan, MEMINTA.
Karena secara pribadi, bagi saya, ENGGAK.
Jujur sampai sekarang saya TIDAK berani menerima, tapi juga belum berani secara tegas MENOLAK selamanya. Takut kalo suatu hari nanti benar2 butuh dan kepepet pet pet sangat, dan tidak ada pilihan lain kecuali PINJAM orang tua. Meski kadang juga tidak bisa menegaskan kontasi PINJAM dalam artian sebenarnya, atau PINJAM dan dikembalikan kapan-kapan. 3 tahun terakhir ini, saya benar-benar tidak ingin menerima kiriman dari orang tua. Karena saya juga belum butuh sangat dan ingin DILIHAT MANDIRI tanpa sokongan mereka.. Meski akdang kalo pas saldo NOL gedhe, hati kebat-kebit, antara TELPON atau tidak ya, Ngomong ato nggak ya...

Ahhh,,saya harus terus 'sok' Mandiri 
Gak ingin kecewa melihat mereka, meski jujur kadang masih terseok dalam kubangan bernama
KEMISKINAN.  Mama, doakan saya....

Friday, February 22, 2008

Ganti Logo = More Lucky ?

Berubah dalam artian sebenarnya, mungkin bisa 'terlihat' dalam bentuk atau kemasan. Karena secara kasat mata, semua bisa melihatnya. Meski kadang 'dalam' nya sudah berubah atau belum kita juga gak tahu..

Tentang perubahan, (sorry sengaja telat masukin) logo bank Mandiri-pun juga mengambil tindakan perubahan. Dengan dana 15 Milyar yang notabene
DUIT semua, alasan penuh kiasan pun dipakai.
Bentuk Logo huruf kecil : Melambangkan sikap ramah dan rendah hati
Warna Huruf Biru Tua : Biru melambangkan rasa nyaman, tenang, menyejukkan.
Bentuk Gelombang Emas Cair : Gelombang emas cair sebagai simbol dari kekayaan finansial di Asia.
Warna Kuning Emas : Warna logam mulia (emas) menunjukkan keagungan, kemuliaan, kemakmuran, kekayaan.

Tapi waktu Saya bertemu, pak KAFI KURNIA sambil membahas Marketing ala Fengshui, boleh dikata alasan perubahan itu supaya bank Mandiri yang gak mandiri-mandiri (karena disokong pemerintah) lekas menjadi Mandiri (in the real meaning). hehe masuk akal juga, kalau dilihat dari pita emas yang dulu 'diinjak' sekarang sudah 'diatas' alias di posisi yang benar.

Okelah,..contoh satu kasus bank Mandiri. Tapi, bukan hanya bank Mandiri saja loh yang ganti 'muka'. Berikut mereka-mereka yang juga ikut rombak - face off - make over   logo mereka;















Well, kalau logo (baca: muka) saya di rubah / make over ...jadi bawa hoki juga apa gak ya ? hehe

Thursday, February 21, 2008

Trust Nobody


Akhirnya kemarin kesampaian juga, Saya, Laga dan Wepe bisa jalan bareng..halah, kaya sok sibuk aja. Gak juga sih, tapi alasan utama tukang 'jual suara' adalah WAKTU. Ya, waktu kerja kami tidak bisa diajak kompromi. Satu luang, satunya masih jam kerja. Satu selesai, satunya masih ngejar deadline, dan puluhan alasan sok sibuk lainnya...Ngomong-ngomong, dari jadwal janjian, Sayalah yang paling molor...yang lainnya bete menerima alasan hp saya low batt  (Halah, hari geneeee ?? mungkin alasan saya kurang kreatif).
Jalan-sore itu standar ajah, ke Surabaya Plaza, cari makan, cuci mata, trus mampir ke disc Tarra cariin CD
Mulan Jameela buat biniku, beli kacamata, udah deh...rencana mau nonton gak jadi, karna si Laga ada jadwal buat on Air.  Gak ada juga obrolan yang spesial diantara kami bertiga (ya iyalah LAKI SEMUA).
Pas makan, ternyata obrolan kami gak jauh-jauh dari keluh kesah yang sama.
Selama ini ada sebagian kecil hati kami yang masih Rock & Roll ini (baca: muda+pemberontak), masih susah untuk beradaptasi dengan grup yang Oldie Goldie (baca: tua). Kadang, ada pola yang memang gak nyambung ataupun dipaksakan. Pola persaingan yang muncul kadang juga tidak sehat.

Hmmpphh,
I have no trust someone ....
Ungkapan itu kembali saya pakai. Hari gini mempercayai seseorang yang benar-benar bisa dipercaya memang susyah nya setengah mati. Bahkan kawan bisa langsung mendadak jadi lawan. Tergantung suasana dan kesempatan. Apalagi di tempat kerja..
Okelah masalah2 umum, akan bisa dibagi...tapi pribadi, semi private dan rahasia.
Of course..BIG NO NO..

Tapi untunglah, tiga nyawa yang masih Rock & Roll ini lumayan se'iman'.
Sedikit menghibur hati kecil saya. Kirain hanya saya yang tersesat..
*tertawa puas

Thursday, February 14, 2008

(un) Happy Valentine


" I have no gift for this Valentine..
And I am not celebrate yet.."


Apakah Saya harus memberi sesuatu untuk ungkapkan cinta?
Haruskah juga Saya membelikan bunga dan coklat sebagai tanda kasih ?
Kesankah yang ingin saya bangun lewat pencitraan romantisme itu ?
Ah, sudahlah..Valentine semalam juga Saya lewati biasa saja, hehe
Tanpa kado, tanpa candle light dinner, tanpa sepotong coklat, buket bunga, dsb.
Ingat beberapa tahun yang lalu, betapa sibuknya pas Valentine. Menyiapkan acara jalan paling oke, dan pilihan kado yag paling cocok. Atau malah mungkin sibuk fitting baju pas dapat job MC Valentine. Memicingkan mata, terlalu gempita dengan perasaan Valentine itu, tanpa perduli mereka yang rese.
Tapi harus Saya akui, kali ini perasaan
'gak penting' itu muncul
Gak penting lagi bingung mikirin kado apa yang cocok, makan dimana yang romantis
Gak penting lagi sok pink-pink pakai baju kembar siam sama pasangan
Ternyata, realita dan waktu yang menggerus perasaan euforia itu




Saya juga sadar, ukuran cinta bukan hanya pemberian semata. Lebih..lebih dari coklat, bunga, makan malam, dan tetek bengek-nya yang semua bisa habis dalam semalam. Bukan, ukuran cinta saya bukan hanya simbol-simbol saja. Lebih kepada pencitraan dalam gambaran keseharian dan wujud empati yang harus terus dipupuk.
Saya bisa dan Saya mampu, membelikan 'bend
a' sebagai ungkapan hari Valentine ini.
Tapi Saya tidak mau terjebak, dalam satu hari ini saja. Menerapkannya romantisme kasih sayang dalam keseharianlah yang Saya akui masih sangat susah..Saya juga tidak mau bini Saya hanya mengharapkan tanggal 14 Februari saja, mendapatkan 'wujud' pernyataan cinta Saya. Karena Saya lebih ingin surprise, un-predictable, dan tidak bisa terjadwal seperti Valentine, yang saya rasa makin lama
makin Membosankan.

Cinta Saya lebih dari sekedar perayaan Valentine. Meskipun Saya akui, beberapa tahun silam, Saya masih terkena trend itu. Membelikan beberapa kuntum mawar segar di Matahari Mall kota ini (
sumpah-asli saya malu banget waktu itu, dilihatin orang. Mungkin dinilai sok romantis kali ya), sekotak coklat, ditambah boneka Domba kesukaannya...



Ahh, berdua saja menghadapi uniknya kehidupan dunia ini, sudah lebih ber-makna Valentine buat saya..

Wednesday, February 6, 2008

Kafi Kurnia; Tertawa, ilmu dan Gayanya


"Skr saya jln dr Hyatt...Tlg di SMS alamat SSFM...Thanks"

Sms singkat saya terima, 5 feb Selasa lalu. Sore itu Saya sudah janjian bakal 'menyambut' kedatangan pak KAFI Kurnia, di kantor. Beberapa hari sebelumnya, memang sempat janjian, sekalian karena malamnya beliau hadir di acara seminar Asosiasi Manajemen Indonesia di Hotel Singgasana, membahas Marketing ala Feng Shui.
Harum...hehe. Kalo gak salah, aroma parfum Kenzo, dipadu Polo shirt hitam, dark blue jeans, brown shoes LV, dan jam tangan 'bermerk' (gak sempat lirik merek-nya hehe). Menjabat tangan dengan antusias, dan langsung diajakin tim Promotion keliling ke gedung 'baru'. Sesudahnya Saya tunggu dia lantai 2, ruang on-Air. Saya antarkan pak KAFI, untuk 'mengudara' 40 menit di SS. Sekalian, dia kasih buku berjudul Lumpur Similiar, yang diterbitkan AKOER (perusahaan penerbitannya). Selesai on air dengan tawa khas renyahnya, kami ngobrol-ngobrol. Sampai, keinginannya 'mengajak masyarakat Indonesia menumbuhkan budaya membaca yang sudah jarang ada. Juga keinginannya untuk terus menerbitkan buku-buku berkualitas, bukan hanya buku satir dan kontroversial saja. Tapi benar-benar buku berkualitas dan punya nilai sastra, pendidikan, dan budaya yang tinggi. Sungguh impian yang buat salut. Sampai titik 17.05, dia harus kembali ke Hotel Hyatt tempatnya menginap, prepare untuk acara di Hotel Singgasana
Soal cerita lengkap On-Air klik disini..

05 Februari 2008 18.30
Meski gerimis, saya meluncur. Sebelum masuk acara inti, biasa..
urusan perut is Number ONE. Disediakan dinner dengan beragam menu. Ingat omongan Jean-Paul Gaultier, 'Ne mangent pas faire lorsque vous regardez si méchant' Artinya don't eat when make you look so nasty, alias kalo kita mau tampil dan bertemu orang penting, jangan ambil hidangan yang bisa merusak penampilan dan bikin gak PD, kaya nyelip di gigi, belepotan di mulut, keringetan, dsb. Okelah, saya patuhi anjuran itu. Ambil sedikit nasi putih, Daging asap bumbu kecap, Udang goreng bumbu merah, Sambal goreng kentang, tmabah krupuk. Semua dalam porsi sedang. Dilanjut pudding coklat 2 lapis, dan irisan pepaya. Dinner saya tutup fresh-water, dan langsung menuju ballroom Hotel Singgasana, ke acara inti.
Sesudah bla-bla-bla panitia acara, kuis sponsor, dsb. Acara inti dimulai. Masih dengan tampilan yang sama seperti sorenya pas mampir di SS, hanya ditambah balutan blazer yang melawan dinginnya AC ruangan (Sial, sumpah adem banget) muncullah sosok pak KAFI dari balik panggung, masih nampak fresh tanpa raut lelah. Melintas di meja saya, ternyata beliau masih ingat saya, sambil memandang dan tersenyum tanda sapaan. menyapa.

Tema
Marketing ala Fengshui, selain faktor kehadiran sosok pak Kafi, sebenarnya lumayan menggelitik dan itu alasan Saya hadir, di acara kalangan pebisnis dan Bos besar di Surabaya ini. Percaya atau tidak, itu yang selalu ditekankan pak Kafi soal ilmu Fengshui yang sebagian orang menganggapnya sebagai ilmu klenik, padahal BUKAN
Sedikit soal Fengshui, bisa dilihat disini.
Dari materi yang disampaikan pak Kafi (atau malah obrolan tepatnya, karena gayanya santai dan lugas, seperti ngobrol sama kawan), mata ini tidak terpejam sedikitpun. Padahal saya suka ngantuk-ngantuk ayam, kalo ikut seminar, gak betah !!
Diawali dengan beberapa bukti, betapa FengShui sudah sangat membudaya di lingkungan kita. Seperti bank Mandiri yang mengganti logonya, ceritanya disini. Sampai juga tips untuk memperbaiki unsur Chi yang buruk, kalau di kamar tidur terasa panas, jangan memasang jam dinding yang besar karena memberi pengaruh Chi negatif. Jadi diganti jam digital saja, nice tips!
Selain itu, ada
5 Aspects of a Good Life:
- Destiny (tujuan) / Karma
- Luck
- FengShui / Environment
- Virtue / Character
- Knowledge / Skills Experience
Ada juga,
faktor penting dalam 5 Lapis Kebahagiaan;
- Luck
- Prosperity (usaha sukses)
- Longevity (umur panjang)
- Happines (kebahagiaan)
- Wealth (kesehatan)



Juga sambil promosi bukunya yang terbaru, BIANG PENASARAN. Buku yang rasanya HARUS segera saya beli, T-O-P dah. Gambar sampul yang menggelitik juga akhirnya terjawab:
-
See No Evil : Jangan melihat hal-hal yang buruk
-
Hear No Evil : Jangan mendengarkan hal-hal yang buruk
-
Speak No Evil : Jangan berkata hal-hal yang buruk
Dan juga masih banyak ilmu yang saya peroleh, tentang strategi berperang di dunia, menghadapi pasar yang semakin menggila ini. Unsur Fengshui believe it or not, memang bisa diterapkan dalam dunia persaingan. Well,
pak Kafi sosok yang humble, ramah, dan suka ketawa ngakak-lepas. Gaye betawinye kental, hehehe. Terimakasih atas kesempatannya, semoga di lain waktu bisa jumpa lagi. Dan maaf sering ngrepoti, membangunkan pagi-pagi, ditelpon untuk kasih tips Wawasan.

Blog pak KAFI: disini

Monday, February 4, 2008

I was lost



I was lost..but why, I don't know much
I was lost..but how, I don't know to stop
I feel so confused
My heart is being torn at its seams
I forget all my thoughts
And right then and there

I am lonely,
there is no one close,
no one sees the pain
I want it could be down

Really deep down inside
I cry, hope is gone
I am alone, and no one knows
God, where are you?
Why I am so hard to find you



Saturday, February 2, 2008

Telanjang di pesawat ?


Merujuk judul diatas, mungkin percakapan ini bisa mewujudkan impian kita, kalo udah bosan naik pesawat yang itu-itu aja. Pramugari yang itu-itu saja, fasilitas yang itu-itu saja, dan suasana yang itu-itu saja. Nah, kalo mau dapat lebih...ini dia jawabnya. Kali ini tim Investigasi (halah) akan mengajak anda, berfantasi liar sambil naik pesawat SPESIAL...hehehe
............
"I think people feel free when they are really naked. That's what it is about," kata Sandra Koehler.
Saya tanya Sandra supaya lebih 'JELAS' maksudnya.
"Trus kapan penumpang harus lepas pakaian? pas mau check in?" Tanya Saya lagi.
"Ahh nggak, cuma pas pesawat udah boarding."
Saya masih ragu, dan kembali bertanya
"Trus gimana, kalo dikasih minum pas minta kopi panas sama Pramugarinya?"
"Yee..ditaruh di nampan dong..Oon"
"Okelah, kalo bicara soal kebersihan, higienis gak? semua penumpang kan telanjang? Iiiihh, gak bayangin deh..duduk di seat
bekas bokong penumpang lain..Yeikkks"
"Ya enggaklah, penumpang kita kasih handuk bersih untuk menutupi kursi duduk.Jadi teteap higienis kan?" Jawab Sandra, yang sepertinya sudah punya
SEMUA jawaban pertanyaan-pertanyaan Saya.
"Nah, kalo untuk penumpang laki, kalo pas pakai seat belts kan beresiko..hehehe soalnya kan ada
'properti' yang rawan kejepit?"
"Hehe, wah kalo itu mah saya gak kepikiran" Akhirnya Sandra gak punya jawaban pertanyaan saya. Hehehe

Waahhh, dari tadi ngobrol ajah..
Pernah dengar nudist beach dong? itu mah sudah biasa. Di berbagai negara, bahkan katanya di negara kita ini juga ada nudist Island-nya juga. Tapi kali ini berbeda. ..Benar saudara
B-E-R-B-E-D-A
Kegiatan telanjang ini bukan hanya dilakukan di kawasan pantai saja. Kalau pilihan berwisata ke Nordstrand Nudist Beach, Erfurt-Jerman, BETUL saudara.
BUKAN hanya di kawasan pantainya saja, tapi mulai dari startnya sudah harus di praktekkan telanjang nya (yummy) hehe. Jadinya kita berangkat naik pesawat sudah dengan SENSASI yang berbeda, karena sejuuuuukkk. Wahhh, harus siap-siap balsem, obat gosok dan minyak kayu putih dong...takut masuk angin..hehe
Mungkin ni..mungkin. Kalo memang mau nekad naik pesawat sambil naked (asal gak tujuan domestik di negara kita saja) hehe mungkin sensasinya akan benar-benar berbeda, gak itu-itu saja seperti kata Sandra.
..





Source:
-This story, inspired from from here
-Picture from Getty Images